Ketika menelusuri sebuah jalan di kota Bashrah, Al Atabi melihat seorang wanita yang sangat cantik sedang bersenda gurau dengan seorang lelaki tua buruk rupa. Setiap kali wanita itu berbisik, laki-laki tersebut pun tertawa.
Al Atabi yang penasaran kemudian memberanikan diri bertanya kepada wanita itu. �Siapa laki-laki tersebut?�
�Dia suamiku�, jawab wanita itu.
�Kamu ini cantik dan menawan, bagaimana kamu dapat bersabar dengan suami yang jelek seperti itu? Sungguh, ini adalah sesuatu yang mengherankan� Al Atabi meneruskan pertanyannya.
Tampilkan postingan dengan label Tentang Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Wanita. Tampilkan semua postingan
Kecantikan Wanita Terdapat Pada Cara Dia Memandang Dunia
Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakan, bukan pada bentuk tubuh, atau cara dia menyisir rambutnya. Kecantikan wanita terdapat pada mata, cara dia memandang dunia. Karena di matanya terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia, di mana cinta dapat berkembang.
Kecantikan wanita bukan pada kehalusan wajah. Tetapi pada kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya, yang dengan penuh kasih memberikan perhatian dan cinta yang dia berikan. Dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu.
Akhirnya Aku Berhenti Menjadi Wanita Karir
Aku menunggu teman yang menjemputku di masjid seusai ashar. Kulihat seseorang yang berpakaian rapi, berjilbab dan tertutup sedang duduk disamping masjid. Kelihatannya ia sedang menunggu seseorang juga. Aku mencoba menegurnya dan duduk disampingnya, mengucapkan salam, sembari berkenalan.
Dan akhirnya pembicaraan sampai pula pada pertanyaan itu. �Anti sudah menikah?�.
�Belum�, jawabku datar.
Kemudian wanita berjubah panjang (Akhwat) itu bertanya lagi �kenapa?�
Pertanyaan yang hanya bisa ku jawab dengan senyuman. Ingin kujawab karena masih hendak melanjutkan pendidikan, tapi rasanya itu bukan alasan.
Dan akhirnya pembicaraan sampai pula pada pertanyaan itu. �Anti sudah menikah?�.
�Belum�, jawabku datar.
Kemudian wanita berjubah panjang (Akhwat) itu bertanya lagi �kenapa?�
Pertanyaan yang hanya bisa ku jawab dengan senyuman. Ingin kujawab karena masih hendak melanjutkan pendidikan, tapi rasanya itu bukan alasan.
Langganan:
Postingan (Atom)


